Skip to main content
IYASEO ID

follow us

Siapa dan Bagaimana Kehidupan Suku Mentawai

Kehidupan suku-suku yang ada di Indonesia selalu menarik untuk di ketahui. Salah satu suku yang sering menjadi bahan pembincaraan yakni suku Mentawai. Suku ini menempati wilayah yang masuk ke dalam Provinsi Sumatra Barat.

Menurut sejarah, nenek moyang suku Mentawai sudah menempati wilayah di daerah tersebut antara 500-2000 SM. Kehidupan masyarakat di suku tersebut masih menjaga adat dan budaya yang sudah ada sejak dahulu.

Maka tidak heran jika tidak ada anggota kelompoknya yang hidup mengikuti kehidupan zaman sekarang pada umumnya. Suku Mentawai memang unik dan selalu memiliki daya pikat tersendiri untuk di bahas. Ada beberapa fakta mengenai suku Mentawai yang masih jarang diketahui banyak orang.

1. Suku Tertua

Dari banyaknya suku yang menempati Indonesia, suku Mentawai menjadi yang paling tua. Seperti yang sudah dikatakan tadi, nenek moyang suku ini sudah menempati kepulauan Mentawai sejak tahun 500 SM. Dengan hal ini, kehidupannya sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka.

Namun uniknya, meski sudah begitu tua,cnamun kehidupannya masih sama saja. Mereka tidak tertarik untuk mencoba hidup seperti orang kebanyakan di pedesaan atau perkotaan. Masyarakat suku Mentawai menyebut daerah tempat tinggalnya dengan sebutan Bumi Sikerei.

2. Memiliki Kepercayaan Tersendiri

Menurut informasi, masyarakat suku Mentawai memiliki kepercayaan tersendiri yang sering disebut Sabulungan. Kepercayaan ini termasuk animisme, sehingga masyarakat di sana percaya bahwa ada benda-benda yang memiliki rohnya masing-masing.

Mereka juga percaya jika roh yang ada dibenda tersebut tidak dijaga dengan semestinya, akan ada kesialan yang muncul dan juga berbagai penyakit yang menyerang. Maka tidak heran jika berkunjung ke tempat tinggal suku ini akan menemukan berbagai benda yang dianggap sakral. Meski kepercayaan itu masih dianut, sudah ada masyarakatnya yang menganut agama lain seperti Kristen dan juga Islam

3. Rumah Adat

Jika diperhatikan, rumah adat suku Mentawai sebenarnya tak berbeda jauh dengan rumah adat Sumatra Barat. Hal itu bisa disebabkan karena suku ini hidup di daerah Sumbar segingga kemiripan ini bisa terjadi.

Ada tiga jenis rumah adat suku Mentawai diantaranya Uma, rumah ini menjadi yang paling besar diantara yang paling besar diantara yang lainnya dan bisa menampung 3-4 kepala keluarga. Kedua ada Lalep yang ukurannya lebih kecil dan hanya bisa menampung satu keluarga saja, dan yang terakhir ada jenis rumah Rusak.

4. Makanan

Secara umum , masyarakat suku Mentawai memiliki makanan pokoknya berupa sagu. Makanan ini biasanya akan disajikan dengan daging hewan buruan seperti babi hutan, ayam ataupun kijang. Kehidupan suku ini memang masih sangat bergantung terhadap keadaan alam. Berburu menjadi kegiatan yang sering mereka lakukan untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, hutan yang mereka tinggali harus benar-benar sehat dan dalam kondisi bagus. Sehingga sumber makanannya akan terus tersedia sehingga masyarakat suku Mentawai lebih mudah untuk mendapatkan makanan

5. Tato

Ketika melihat orang dari suku Mentawai, tato yang ada ditubuh mereka selalu menjadi daya tarik. Kebanyakan dari mereka akan mentato tubuhnya dengan coraknya khasnya. Mereka percaya bahwa tato akan menjadi identitas bagi mereka yang berguna untuk melambangkan penghuni hutan dan alam yang saling berkaitan.

Tato yang di buat mereka berasal dari bahan arang, jadi sebelum digunakan tetua suku akan mengadakan doa terhadap arang tersebut. Mentato tubuh dianggap sebagai hal sakral bagi suku Mentawai.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar